Saturday, December 30, 2017

Ary Ginanjar Agustian Sesat?

Ary Ginanjar Agustian Sesat


Benarkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah lama terjawab dan alim ulama di Indonesia menyatakan bahwa pendiri ESQ 165 ini tidak sesat. Hal ini karena ajaran ESQ milik Ary Ginanjar Agustian tidaklah bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Malahan konsep Emotional Spiritual Quotient yang dikemas dalam Training ESQ yang fenomenal akan menambah kedekatan seseorang bukan hanya dengan Allah, namun juga mengenal diri sendiri secara fitrah.

Dalam konsep ESQ 165 juga di kenal dengan ajaran 7 Budi Utama. Ajaran juga sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi sehari-hari. Apa itu 7 budi utama? Mengapa 7 budi utama penting untuk dipelajari?

Sahabat semua, 92% dari warga Amerika menyatakan bahwa mereka percaya pada Tuhan. Ini merupakan hasil riset yang dilakukan Gallup pada tahun 2011, yang dikutip oleh Vieten et al (2013) dalam jurnal Psychology of Religion and Spirituality yang berjudul Spiritual and Religious Competencies for Psychologists .

Pargament (2007 dalam Vieten, 2013) mendefinisikan Keimanan (spiritualitas) sebagai “Perjalanan yang diambil seseorang dalam upaya untuk menemukan esensi diri mereka dan menyadari kehendak Yang Maha Kuasa (higher order aspirations). 

Perjalanan keimanan ini, dilakukan secara penuh kesadaran. Laurin & Kay (2017) dalam Publikasi “The Motivational Underpinnings of Belief in God” menyatakan bahwa manusia mencari Tuhan karena membutuhkan struktur dalam hidup mereka. Pelaksanaan Ibadah,  Aturan Agama, dan unsur spiritualitas dan religiusitas lainnya, memenuhi kebutuhan manusia akan keteraturan. Hal ini sejalan dengan temuan Prof Justin L Barrett  (2015) yang menyatakan bahwa otak manusia selalu mencari pola-pola dan bekerja dengan sistem yang penuh keteraturan.

Hal inilah yang mendasari temuan Ary Ginanjar akan Spiritual Core Values yang sekarang disebut 7 Budi Utama. Spiritual Core Values ini memberikan keteraturan yang dibutuhkan manusia dalam hidup, dan menghasilkan kesuksesan paripurna bila dipraktekkan. Dalam bidang apapun kita berkiprah. Ke 7 Spiritual Core Values itu adalah :

a. Jujur, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Mukmin.
b. Tanggung Jawab, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Wakiil.
c. Disiplin, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al Matiin.
d. Kerjasama, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al-Jami‟.
e. Adil, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al „Adl.
f. Visioner, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, Al Aakhir.
g. Peduli, adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah, As Sami‟ dan Al Bashir.

Ketujuh sifat inilah yang harus dijadikan values atau nilai, dimana akan memberikan makna atau nilai bagi yang melaksanakannya, disamping nilai-nilai lainnya yang berjumlah 99 sebagai sumber pengabdian.

Beriman pada Allah SWT, tidak hanya berhenti di tataran lisan. Setelah bersyahadat, seorang manusia harus mendalami 99 sifat Allah SWT ini, dan menjalankan 7 sifat utama diatas, untuk memperoleh kehidupan yang terbaik di dunia dan akhirat. Itulah yang diajarkan oleh Ary Ginanjar dan menjadi semangat dalam semua program ESQ yang tercipta.

Benarkah Ary Ginanjar Agustian dan ESQ 165 Sesat?

Kembali kepada pertanyaan dalam judul artikel ini, benarkah Ary Ginanjar Agustian Sesat? Jawabannya tentu saja tidak sama sekali. Wallahualam..

Kisah Motivasi dan Inspiratif Kijang yang Sangat Berhati- hati



Kisah Inspiratif - Tahukah kamu kijang adalah pendaki yang sangat berani? Mereka dapat mendaki bukit berbatu yang terjal atau gunung yang tinggi. Dengan satu loncatan mereka dapat menyeberangi sungai berarus deras atau air terjun yang airnya sangat dingin, Dan mereka melakukannya dengan sangat hati-hati. Ia
melakukan semua itu tidak dengan sembrono atau sembarangan.

Ketika harus melakukan lompatan yang jauh dan berbahaya, mereka melakukannya satu per satu untuk memastikan batu-batu yang akan diinjaknya kokoh sehingga ia tidak jatuh menimpa kijang berikutnya.

Kijang punya kehati-hatian yang luar biasa saat bertindak, bagaimana dengan kita? Apakah kita segala tugas yang diberikan sehari-hari dengan berhati-hati agar hasilnya maksimal?

Apakah kita melakukan segala amanah yang diberikan dengan penuh kehati-hatian meski orang yang memberikan tidak mengetahuinya?

Kehati-hatian sangatlah penting supaya kita tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu.

Kisah Bulu Babi dan Badak yang Menginspirasi



Kisah Inspiratif - Pernahkah kalian melihat atau mendengar tentang hewan bulu babi? Bulu babi banyak hidup di pantai, Bentuknya bulat, dilapisi cangkang keras, dan penuh duri-duri tajam, Bulu babi tidak punya mata dan telinga. la hanya punya mulut.

Meski tidak punya mata, ia peka cahaya pada siang hari, Luar biasa! Ia juga bisa merasakan suhu dan aroma air, lho, Ini bertolak belakang dengan badak. Ia punya mata, tapi penglihatannya sangat buruk. Ia hanya mampu melihat benda beberapa meter saja di depannya. Karena itu, ia mengandalkan peneiuman dan pendengaran untuk mempertahankan hidup,

Manusia diberi mata oleh Tuhan, baik jasmani maupun rohani. Mata jasmani dipakai untuk melihat apa yang ada di sekitar. Mata rohani atau mata iman digunakan untuk melihat apa yang tak bisa dilihat mata mata jasmani misalnya masa depan, cita-cita, dan apapun yang belum terjadi.

Helen Keller seorang buta dan tuli pernah mengatakan, “Yang paling menyedihkan adalah orang yang bisa melihat, namun tak punya cita-cita dalam hidup.

"Apakah kamu sudah memiliki cita-cita atau gambaran masa depanmu kelak? jangan biarkan hidupmu mengalir seperti sungai dari tempat yang tinggi ke tempa! rendah, karena kamu pasti tak ingin hidupmu berakhir di titik bawah bukan?

Friday, December 29, 2017

Bagai Memegang Tanduk Banteng



Kisah Inspiratif - Pernah dengar ungkapan, "Seperti memegan tanduk banteng?". Awalnya ada tradisi balapan banteng di Prancis, Spanyol, dan, Portugal. Pertunjukan itu dimulai dengan menyentuh tanduk banteng. Lalu sambil memegang tanduk si banteng, orang harus berusaha menahannya supaya binatang itu berhenti. Itu merupakan pekerjaan berat dan melelahkan yang membutuhkan keberanian lebih.

Jadi, ungkapan “seperti memegang tanduk banteng” merupakan kesiapan diri untuk menyelesaikan tugas berat.

Apakah kamu sedang memiliki tugas berat yang butuh keberanian besar untuk mengerjakannya? Misalnya, memimpin sebuah rapat besar yang dihadiri banyak orang, melakukan presntasi didepan atasan. Hal tersebut merupakan sesuatu yang menantang dan menguras energi jika dilakukan pertama kali.

Dalam hidup pasti ada hal-hal yang membuat kita takut. Namun jangan biar hal itu menghambat dan melumpuhkan semangat, sehingga kita jadi tidak berani melakukan apa-apa. Hadapilah Begitu kamu melangkah, mulai mengerjakan tugas itu, lalu berhasil, ketakutan pun dengan sendirinya akan lenyap.

Itik Kecil yang Pandai Berenang


Kisah Inspiratif - Beberapa anak itik yang baru lahir langsung bisa pergi ke kolam bersama induknya keesokan harinya, Mereka berjalan tertatih tatih dengan langkah kecil mengikuti sang induknya. Kadang mereka menabrak apa saja selagi berjalan. Begitu sampai di tepi kolam anak-anak itik itu akan segera melompat ke air.

Tidak ada perasaan takut tenggelam Dan yang mengejutkan itik-itik kecil tersebut mulai berenang tanpa mengalami kesulitan sama sekali, Mereka memang perenang alami yang tidak perlu belajar terlebih dahulu.

Manusia tidak seperti itik yang begitu lahir langsung bisa berenang. Kita harus belajar kalau mau mahir akan sesuatu. Bahkan untuk berjalan pun manusia harus belajar.

Semua membutuhkan latihan dan waktu. Sayangnya, ada juga yang tidak mau bersusah payah, misalnya mau mendapat hasil kerja yang bagus, tapi dengan cara yang tidak baik. Apa pun yang instan, hasilnya akan sia-sia dan lambat laun akan menghilang. Jalani prosesnya dan kalau berhasil, kalian pasti akan bangga dan puas.

Thursday, December 28, 2017

Belajar Dari Induk Rubah yang Tegas Sangat Menginspirasi



Kisah Inspiratif - Ketika induk rubah kembali ke liangnya, anak-anaknya yang masih kecil menyambut dengan gembira, Mereka bermain bersama Sang induk. Sang Induk akan mendorong lembut anak-anaknya dengan moncongnya Ia akan menggulingkan anaknya satu per satu. Anak-anak rubah berguling. saling menggigit
dengan riang.

Ketika saat makan tiba, anak-anak rubah segera mendekati sang induk untuk menyusu. Si induk akan membiarkan anaknya menyusu sampai kenyang, kemudian ia akan menyuruh anak-anaknya pergi. Tapi, kadang-kadang unruk membebaskan dirinya dari anak-anak yang rakus, ia terpaksa memukul pelan mereka dengan kakinya.

Seorang tentu pernah dinasihati, ditegur, dimarahi, atau dihukum oleh orangtua atau guru. Itu adalah tanda sayang dari mereka supaya kita belajar menjadi anak yang
lebih baik, yang mampu menjaga sikap dan kata kata. Mereka sedang membuat kalian disiplin. Apa jadinya kalau perilaku buruk kita didiamkan?

Ketika besar, sikap dan sifat kitapun menjadi buruk. Maka bersyukurlah untuk semua teguran, nasihat, hukuman yang kita terima dari orang yang menyayangi kita. Semua itu akan membentuk pribadi kita semakin positif.

Kuda Nil yang Berat Namun Bisa Berlari Cepat



Kisah Inspiratif - Kamu mungkin mengira kuda nil yang besar itu binatang yang lamban. Tapi, jangan salah. Kuda nil bisa bcriari sampai 40 km/jam. Bandingkan dengan manusia yang hanya mampu berlari 36-57 km/jam. Wah, hebat sekali kuda nil bukan.

Faktanya memang demikian. Mungkin kita menganggap karena besar kuda nil bergerak lamban, tidak cekatan. Tapi, memang yang dilihat mata tidak selamanya benar. Buktinya kuda nil yang gemuk dan besar bisa gesit berlari.

Kita sering mudah menilai orang lain dari penampilan luar dari pakai dan bahkan bentuk fisik. Apakah penilaian kita itu benar? Sering kali penilaian kita keliru, bukan? Mari
 belajar menilai seseorang bukan hanya dari luarnya. Kenali lebih dahulu dengan berteman, setelah itu barulah kita tahu sebenarnya.

Si Kepiting yang Pantang Menyerah - Kisah Inspiratif



Kisah Inspiratif- Tahukah kamu kalau kepiting suka bergulat demi mendapatkan
makanan atau pasangan? ia mencengkeram dan melemparkan
lawannya dengan capitnya. Tapi jangan salah, pertempuran ini tidak berakhir dengan berdarah. Daripada bertempur sampai mati, biasanya yang kalah akan memilih langsung melarikan diri.

Bila salah saru kepiring merasa Tidak mampu lagi melawan, ia akan meninggalkan anggota rubuhnya yang tertangkap. Mereka punya sepuluh tungkai, jadi kalau berkurang satu, itu tidak masalah. Mereka masih bisa hidup untuk bertempur lain kali.

Dalam kehidupan tidak selamanya kita akan selalu menang atau berhasil. Pasti kita akan pernak mengalami kegagakin atau kekalahan. Namun, jangan berkecil hati, apalagi menyerah. Bukankah kah kita berusaha pada lain waktu? Gunakan
kekalahan dan kegagalan sebagai pengalaman untuk belajar.

Saat kita berhasil, bersyukurlah. Namun saat gagal, persiapkan diri kita untuk belajar dan persiapkan diri lebih lagi untuk peluang berikutnya. Masih banyak waktu dan kesempatan lain?

Sloth si Lamban & Pemalas - Kisah Inspiratif



Kisah Inspiratif - Sloth adalah mamalia mirip beruang, yang senang berayun dari satu pohon ke pohon lain seperti monyet dengan gerakan lambat. Mereka hidup di hutan hujan Amerika Tengah dan Selatan, Ia bisa tergantung terbalik di cabang pohon sambil tidur. Sloth yang lamban membutuhkan setidaknya lima belas menit untuk mengunyah sehelai daun. Aduh, lamanya! Kalau tidak tidur, kerjanya hanya melamun dan tidak bergerak sama sekali. Kalau saja tidak diganggu hewan lain, ia bisa tidur selama tiga puluh enam jam, sekali tidur. Ya ampun!

Siapa yang punya kebiasaan seperti Sluth? Kalau makan harus diingatkan Mama supaya cepat, kalau disuruh menyapu, merapikan tempat tidur, mencaci piring gerakannya
malas-malasaan dan sukanya hany gulung-gulung saja di tempat tidur?

Keberhasilan dan prestasi hehat hanya dapat diraih dari kerajinan dan kegesitan. Sementara kemalasan dan kelambanan hanya menghasilkan sesuatu yang buruk.

Wednesday, December 27, 2017

Kisah Burung Kiwi yang Selalu Berpikir Positif



Kisah Inspiratif - Ada burung yang tidak bisa terbang Aneh, tapi itulah burung kiwi. Burung kiwi juga satu-satunya burung di dunia dengan bulu acak-acakan. Penampilannya jadi tampak kusut dan berantakan. Biarpun begitu, burung kiwi adalah pelari yang hebat Dia juga punya penciuman tajam yang digunakan untuk mencari makanan seperti laba-laba, larva, dan cacing di dalam tanah.

Hebat, bukan? Pendengarannya pun sangat baik. Semuanya diberikan Tuhan supaya burung kiwi bisa mempertahankan hidupnya.

Pernahkah kamu merasa badanmu terlalu gemuk, kurang tinggi, kulitmu terlalu gelap? Atau tidak pintar dalam pelajaran? Itu wajar sekali. Tapi, ingat tidak ada orang yang hanya punya kekurangan. Tuhan pasti melengkapinya juga dengan kelebihan atau bakat. Hanya masalahnya kelebihan itu kadang tertutup dan kalian melihat atau menyadarinya.

Mulai sekarang berusahalah menggali potensimu, lebih memperhatikan kelebihan yang orang lain tidakpunya dan berhenti melihat apayang tidak mampu kamu kerjakan. Itu baru keren!

Kisah Insprtif Seekor Burung yang Egois



Kisah Inspiratif - Kalian pernah dengar burung kukuk? Lucu kan namanya. Burung ini banyak hidup di hutan. Kalau mereka bernyanyi, itu tandanya cuaca akan cerah. Walaupun begitu burung kukuk sangat malas. Ia tidak membangun sarang sendiri, melainkan menggunakan sarang milik burung lain. Tidak heran burung burung lain sangat waspada saat tahu burung kukuk berada di dekat sarang mereka.

Burung kukuk juga tidak pernah meneteskan telur telurnya, Keterlaluan! Mereka akan meninggalkan telurnya agar ditetaskan dan dibesarkan burung lain. Huu, itu namanya benar-benar mau enak sendiri.

Banyak lho perilaku manusia yang seperti burung kukuk ini. Misalnya, orang yang tidak senang belajar dan memilih melihat jawaban orang lain saat ulangan. Contoh lainnya, orang yang pelit mengeluarkan uang jajan sendiri, dan senangnya mengambil bekal kawannya. Atau, misalnya orang yang hanya mengandalkan orang lain ketika tugas kelompok.

Orang yang tidak mau berpikir, tidak mau mengeluarkan uang untuk dirinya sendiri, tidak mau bersusah-susah, tapi cuma mau enaknya saja, suatu hari akan mendapat masalah. Mungkin untuk sementara mereka berhasil, tapi tidak akan lama karena keberhasilan yang bertahan lama adalah keberhasilan yang diraih dengan kerja keras sendiri jelas bukan yang diraih dari mencuri atau menipu.

Tuesday, December 26, 2017

Belajar Jujur dan Pekerja Keras Seperti Semut - Kisah Inspiratif



Kisah Inspiratif - Tahukah kalian binatang darat yang paling banyak ada di bumi ini? Kalian pasti tidak menyangka, binatang itu adalah semut! Tuhan merancang semut sedemikian rupa sehingga ia dapat membawa beban yang beratnya dua puluh tujuh kali berat badannya. Wow! Semut juga bisa membangun terowongan yang tahan selama bertahun-tahun. Terowongan tersebut akan terhubung ke ruang atau gudang yang mereka bangun juga.

Benar-benar pekerja tangguh dan rajin, ya semut-semut itu,

Meskipun tidak punya pemimpin, pengatur, dan penguasa, semut tetap rajin bekerja untuk mengumpulkan makanan.

Bagaimana dengan kita? Biasanya kita suka belajar kalau diawasi orangtua, kita baru sungguh-sungguh mengerjakan tugas di sekolah kalau ada guru yang mengawasi. Kalau mereka tidak ada, kita cenderung bermalas-malasan. Kebiasaan itu sebaiknya kita ubah. Ada atau tidaknya orangtua dan guru yang mengawasi, tetaplah giat. Kita belajar bertanggung jawab kepada diri sendiri.

Kisah Inspiratif Tentang si Panda yang Malas



Kisah Inspiratif - Teman-teman pasti tahu panda? Panda banyak terdapat di China, tempat  asalnya. Panda adalah binatang yang sangat unik, loh. Mereka adalah jenis  hewan karnivora atau pemakan daging, tapi malah gemar sekali makan  bambu. Aneh kan? Panda dikenal juga pemalas karena dua pertiga hidupnya dipakai  untuk tidur. Pantas saja tubuhnya gemuk. Mungkin kerjanya makan, tidur, makan, tidur, begitu terus.

Hayo, siapa aja diantara kamu yang sukanya tidur, susah dibangunkan atau selalu sulit bangun pagi, tidur siang terlalu lama sehingga waktu untuk belajar menjadi kurang? Atau kalau libur kamu hanya menghabiskan waktu untuk tidur dan tidur? Kalau kebiasaan itu selalu kita lakukan, kita bisa jadi pemalas.

Kalau udah gitu pasti gak ada yang mau deketin kita karena kita pemalas. Tidak salah memang tidur siang, atau bangun agak siang saat libur, tapi jangan sampai terlalu suka tidur. Cobalah selalu bangun pagi, hirup udara segar, pasti kita jadi lebih bersemangat menjalani berbagai kegiatan. Keberhasil pun menanti kita.

Ayo Jangan Jadi Pemalu Seperti Kuskus | Kisah Inspiratif



Kisah Inspiratif - Siapa yang tidak kenal kuskus? Kuskus adalah sejenis mamalia yang hidup di atas pohon. Ia mirip monyet, hanya saja gerakannya lebih lambat. Kuskus banyak ditemukan di Australia dan Papua Nugini. Mereka termasuk binatang herbivora atau pemakan buah-buahan dan daun-daunan. Kuskus memang lucu, tapi sayang ia pemalu, sulit beradaptasi dan gampang stres.

Kadang-kadang ketita seperti kuskus yang pemalu; malu tampil di muka umum, menunjukkan kemampuan, atau berbicara di depan orang banyak. Padahal Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan dan tanlenta. Ada yang pandai bernyanyi, bermain musik, menulis buku, menari, dan berolahraga.

Pasti Allah akan sedih, kalau kita berusaha menyembunyikan talenta yang Ia berikan. Tampil di depan umum, menunjukan kemampuan atau bakat kepada orang lain, bukanlah bentuk kesombongan. Kembangkan bakatmu dengan sikap percaya diri sambil juga menghargai bakat orang lain. Allah pasti akan senang dan akan menambahkan karunia lainnya.

Belajar Setia Dari Angsa - Kisah Inspiratif



Kisah Inspiratif - Kalian tahu angsa kan? Angsa sering digunakan sebagai simbol kasih sayang. Kenapa ya? Konon karena angsa merupakan salah satu hewan yang sangat setia pada pasangannya.

Mereka hanya punya satu pasangan seumur hidup. Bahkan ketika pasangannya mati, angsa akan terus mengeluarkan suara seperti menangis, tanda bahwa ia sedang berkabung. Wah, jadi ikut sedih!

Pernahkah kamu ditinggal oleh teman saat kamu sedang susah?  Bagaimana perasanmu? Pasti sedih bukan? Setia ketika semua baik-baih saja, mudah dilakukan. Tapi, setia kepada teman yang kesusahan, atau setia kepada Tuhan ketika kita dihina, diejek, punya banyak masalah, itu baru hebat dan luar biasa.

Belajarlah setia pada hal-hal yang kecil, maka kita mudah setia pada hal-hal yang besar.

Sunday, December 24, 2017

Kisah Inspiratif Tetap Berprestasi Meski Sering di Bully

Landak Laut yang perkasa


Siapa sangka ada ikan kecil yang panjangnya kurang dari 30 cm sanggup  membunuh seekor hiu besar? Siapa ikan itu? Namanya urchin atau landak laut.  Ia banyak hidup di Amerika Selatan. Tubuhnya penuh dengan duri mematikan  seperti landak, makanya disebut landak laut.

Bagaimana caranya mereka menghancurkan lawan-lawannya?

Caranya sungguh aneh. Kalau mereka dimakan hiu, landak laut akan  mengerahkan seluruh tenaga untuk mengebor lapisan perut atau tubuh hiu hingga hancur dan bolong. Hiu pun akhirnya mati. Duh, kasihan sekali hiu itu!

Landak laut mungkin tidak diperhitungkan oleh hewan-hewan yang besar seperti hiu. Apakah kamu pernah diremehkan teman? Kalau iya, kamu tidak perlu membalas dengan kata-kata pedas atau pukulan, tunjukkan saja gigimu. Maksudnya tunjukkan dengan prestasimu. Berusahalah mengembangkan bakat dan kepandaianmu, apa pun itu. Tidak peduli sekecil atau selemah apapun kita, bagi Tuhan akan semua hebat. Tetap Berprestasi Meski Sering di Bully

Saturday, December 23, 2017

Kisah Inspiratif Kehidupan Persahabatan yang Indah



Pada zaman dulu, hiduplah wanita cantik yang sering ber- jalan-jalan di kota, dan ke mana pun ia pergi, ia selalu menjadi pusat perhatian. Semua orang ingin berbicara dengan- nya, mendengarkannya, bertanya padanya, dan menghabiskan waktu bersamanya. Di kota yang sama, terdapat anak perem- puan rniskin yang berpakaian compang-camping. la juga sangat cantik, tapi tidak ada yang pernah memperhatikan atau melakukan apa pun dengannya. la kesepian dan sedih. la akan memandang wanita cantik berpakaian bagus itu dan melihat betapa banyak perhatian yang dicurahkan semua orang terhadap wanita itu. Dan ia berharap dengan sangat bahwa orang-orang akan memperhatikanr7ya. Begitu banyak isi hatinya yang ingin ia bagi dengan orang lain, tetapi tak ada yang bersedia mendengarkan.

Maka suatu hari, anak perempuan miskin yang berpakaian compang-camping mengumpulkan keberanian untuk berbicara kepada wanita cantik yang berpakaian indah. "Maaf," ujarnya malu-malu, "permisi, tapi bolehkah saya meminta bantuan An- da?" Wanita cantik itu, yang sangat baik hati, segera membalik- kan tubuh dan tersenyum pada si anak perempuan miskin.

"Tentu saja," jawabnya. "Apa yang dapat kulakukan untuk- mu?"
"Begini," ujar si anak perempuan miskin, "Anda sangat cantik dan pakaian Anda sangat indah, semua orang memper- hatikan Anda, tapi saya miskin dan tidak punya pakaian bagus, dan tak seorang pun memperhatikan saya. Saya akan sangat senang jika, untuk satu hari saja, saya boleh bersembunyi di balik jubah Anda yang indah dan berjalan bersama Anda di sepanjang kota.

Dengan begitu, kapan pun orang-orang berhenti untuk memperhatikan Anda, mereka juga memper- hatikan saya, dan saya rasa saya memiliki hal penting untuk diberitahukan kepada mereka, yang akan mereka hargai, andai mereka tahu."

Wanita anggun dan cantik itu segera mengabulkan per- mintaan si anak perempuan miskin. Keesokan paginya, ia me- nyelubungi tubuh si anak perempuan miskin dengan jubahnya, dan mereka berjalan bersama di sepanjang kota. Seperti biasa, di mana pun orang-orang berhenti untuk mengagumi sang wanita cantik, dan ketika mereka melakukan itu, mereka juga memberi perhatian kepada si anak perempuan miskin yang terbungkus dalam jubah sang wanita. Saat mereka berjalan bersama, wanita cantik itu berbincang-bincang dengan si anak perempuan miskin.

la menanyakan segala hal tentang anak perempuan itu, dan sangat tertarik pada apa pun yang dikatakan anak itu. la mendapati betapa bijak anak perempuan miskin yang berpakaian compang-camping itu sebenarnya, dan dengan cepat mereka menjadi sahabat—begitu karib hingga setelah hari itu mereka tak terpisahkan lagi. Sampai hari ini, mereka masih berjalan menyusuri dunia bersama-sama.

Nama anak perempuan berpakaian compang-camping itu? Kebenaran. Dan sahabatnya yang luar biasa, yang mengena- kan pakaian indah, yang dikagumi semua orang? Namanya Cerita.

Kisah Inspratif Tentang Filosofi Mutiara



Kisah Inspiratif - Bertahun-tahun lalu, hampir sebelum waktu dimulai, hiduplah seekor tiram. Sepanjang hidupnya, tiram selalu berada di dasar laut yang berpasir, bergerak-gerak tanpa tujuan di dalam lumpur pada kedalaman samudra.

Lalu suatu malam, bulan purnama, dan sinarnya yang benderang menembus bahkan wilayah-wilayah paling gelap dalam kedalaman lautan. Di suatu tempat dalam kedalam- annya, tiram menyadari cahaya benderang yang menerobos perairan, menyentuh inti dirinya, bahkan mampu menembus cangkangnya yang keras. Dalam cara yang tak mampu dipa- haminya, ia sangat terpikat oleh cahaya misterius itu, dan tertarik, seakan oleh kekuatan magnet, ke permukaan air dan sumber cahaya tersebut.

Dengan mantap, ia naik melintasi air. Saat memecah per- mukaan air, ia terperangah oleh kecemerlangan cahaya itu, yang kini dirasakannya langsung, sesuatu yang mustahil dilaku- kannya di bawah air. Cahaya itu begitu mulia dan memiliki kekuatan yang mengundang dan tak mampu ditolaknya, untuk membuka diri di hadapan cahaya yang menakjubkan itu. Cangkangnya membuka sedikit di bawah pengaruh cahaya itu, cukup untuk menangkap serpihan cahaya bulan di dalam inti dirinya dalam keabadian.

Tiram itu makhluk mortal, dan penglihatannya hanya ber- tahan sekejap. Gelombang air kembali menariknya ke dasar laut. Tapi mutiara terbentuk dalam dirinya, buah pertemuan surgawi tadi, dan mutiara itu mulai berkembang, perlahan, hampir tak terlihat, sepanjang tahun-tahun kehidupan sang tiram.

Tiram itu pun menua, tidak pernah melupakan harta yang dipendamnya dalam hati, dalam inti keberadaannya. Namun kemudian hari kelabu pun menjelang, dan lautan menggila dan bergemuruh. Bayangan perahu nelayan melintas di dasar laut. Sebelum tiram sempat menyerap apa yang terjadi padanya, ia tertangkap dalam jaring kematian, dan ditarik keluar dari air. Jantungnya mencelos. Mutiara dalam dirinya gemetar ketakutan. Tiram itu bergidik di dasar perahu nelayan, dengan takut menanti apa yang akan terjadi padanya selanjutnya.

Malam pun turun. Badai mereda, dan bulan purnama sekali lagi menyinarkan cahayanya di atas samudra yang tenang, seperti Ibu Mutiara di langit kelam. Bahkan saat sang tiram tua menengadah untuk terakhir kalinya, dari kedalaman pe- rahu, pada langit di atas bumi, ia dapat merasakan dirinya dirangkum dalam kelembutan tangan Pembuat-Mutiara.

la menahan napas saat jemari Pembuat-Mutiara meraihnya, membujuk cangkangnya, yang diselubungi pengalaman hidup bertahun-tahun, untuk membuka, dan menatap dengan penuh cinta pada mutiara yang telah dibuatnya. "Aku sudah menung- gumu, mutiara kecil," gumam Pembuat-Mutiara. "Tanpamu, kalung abadiku takkan sempurna." Lalu Pembuat-Mutiara pun membawa mutiara itu, dengan kelembutan tiada tara, ke lingkaran mutiara besar yang membentang hingga jauh ke cakrawala, masing-masing disayangi secara unik oleh pembuatnya. Pembuat-Mutiara bergabung dengan mutiara itu menuju lingkaran cahaya, dan menempatkan kalung ber- kilauan itu di sekeliling bumi.

Hingga hari ini, bumi dikelilingi lingkaran halo mutiara dalam cincin cahaya abadi.